selamat menikmati, walopun mungkin kalian ga menikmati apapun yang ku tulis disini

Kamis, 29 September 2011

the KANTUT

mungkin kalian bertanya-tanya, mungkin juga tida, mungkin kalian mau tau kenapa ini blog dinamain the KANTUT?
aku akan menjelaskan panjang lebar, itu juga kalo kalian mau baca, tapi kalo ga mau baca, aku ga akan nulis panjang lebar, ngapain nulis panjang panjang kalo ga ada yang mau baca?!
uda cape-cape nulis juga...
ugh...
oh tunggu dulu, kalian pasti mau kenal/tau siapa aku, ato ga mau sama sekali tau/kenal siapa aku?
jujur, aku bingung kenapa kalian mau baca ini blog? padahal blog ini sama sekali hanya penuh dengan tulisan-tulisan ga penting ma ga jelas, tapi aneh'nya kenapa kalian mau baca sejauh ini...?
oke... oke...
kan ku jawab semua pertanyaan/kebingungan yang ada di benak/otak kalian sekarang juga, tapi kalian harus janji ga bakalan sebarin/kasih tau k polisi karena sebenar'nya aku ini adalah teroris, kalian pasti terkejut dan merasa takut gelisah dan panik?
tau mungkin tidak?

oke... kali ini kita akan serius
Di dalam usus besar, sekitar 70% gas berasal dari udara yang tertelan melalui mulut kita. Ketika makan, orang pada saat yang sama menelan ke dalam perutnya sekitar 2-3 cc udara. Misalnya, jika kita makan apel, udara tambahan yang ikut tertelan ke dalam tubuh kita adalah sekitar 20 cc. Begitu pula dengan minum. Kurang lebih 17 cc udara memasuki saluran pencernaan makanan saat seseorang meminum 10 cc air.

Gas selebihnya yang terdapat pada usus adalah gas asli buatan "dalam negeri", alias muncul dari dalam usus itu sendiri dan bukan dari luar tubuh. Gas ini dihasilkan melalui aktifitas penguraian oleh mikroba di dalam saluran pencernaan kita.

Bagaimana gas-gas itu terbentuk? Tidak semua makanan yang kita telan dicerna sempurna dan diserap keseluruhannya di dalam usus halus. Sebagian makanan berserat atau zat tepung yang tak tercerna sempurna ini, misalnya kacang-kacangan, kemudian dirombak atau diuraikan oleh mikroba yang menghuni saluran pencernaan kita. Penguraian ini di antaranya menghasilkan zat-zat berwujud gas seperti metana dan hidrogen sulfida, serta gas-gas yang mengandung unsur belerang lainnya.

Gas kentut adalah campuran beragam gas. Kentut sebagian besarnya terdiri atas gas oksigen, nitrogen, karbon dioksida dan metana yang kesemuanya ini bukan penyebab bau tidak sedap. Yang memunculkan aroma tidak sedap pada kentut adalah gas-gas yang mengandung belerang. Di antaranya adalah hidrogen sulfida (bau telur busuk), methanethiol (bau sayur membusuk). Namun ada pula dimetil sulfida yang memiliki bau manis.

Itu sih pengertian ilmiah'nya ato kata orang pinter yg meneliti kantut, tapi kalo menurut aku si kantut itu gas kratif yg muncul bersamaan dengan bau tak sedap.

Mungkin itu saja yang bisa ku jelaskan, semoga bisa bermanfaat
mungkin tidak ada manfaat'nya sama sekali
karna menurut ku nini adalah blog terGAJE yang pernah ada.
namun nanti suatu saat aku akan nulis ato buat sesuatu yg bermanfaat disini (mungkin).

0 komentar:

Posting Komentar